Posted by: Papa Gifta | November 28, 2008

Gifta, Yuk Belajar Baca

Pukul 20.00 Papa selesai mandi dan berpakaian, Mama lagi ke rumah tante Yeni.
“Gifta… belajar lagi yuk, kita lanjutkan pelajaran yang kemarin” Papa mengajak Gifta yang sedang bermain mobilan di atas tempat tidur.

Sekarang Gifta berumur 4,5 tahun, sekolah TK Kecil, TK Aisyiah Muhammadiyah Matraman Jakarta Timur.

Kami, Papa dan Mama memang sedang berkonsentrasi untuk mengajari Gifta membaca dan menulis. Tuntutannya dilatarbelakangi keinginan Papa dan Mama agar GIfta cepat dapat membaca dan tidak ketinggalan dibanding teman-teman lain di Sekolah, walaupun motif seperti ini menurut Ayah Edi dalam blognya www.ayahkita.blogspot.com tidak tepat. Mengajari anak membaca sebaiknya atas dasar anak menyukai dan gemar untuk membaca dan mengetahui apa manfaat dari membaca, begitu pendapat Ayah Edi. Bahkan Ayah Edi menyuguhkan tulisan tentang hasil penelitian yang menyatakan bahwa anak yang diajari membaca umur 7 – 8 tahun di masa depan menunjukan perkembangan yang lebih baik dibanding anak yang diajari membaca sejak dini. Ini bertentangan dengan latar belakang metode Glen Domman yang menyarankan Papa dan Mama mengajari anak membaca sejak dini. Diskusi tentang dua pendapat ini akan Papa ungkap pada tulisan berikutnya.

“Gifta… yuk kita mulai belajar…” Papa mengulangi ajakan.
Gifta kemudian lari keluar kamar, Papa mengikuti dan hendak mengambil buku panduan belajar membaca milik Gifta. Papa mengatur meja untuk memulai dan buku sudah ada di tangan Papa.
“Aa…….” Gifta lari lagi ke kamar. Papa ulangi ajakan sekali lagi dengan nada menekan, “Ayo Gifta…!!”.
“Tadi udah Papa, Gifta belajar diajari Mama….waktu Papa kerja”

Mendengar alas an ini Papa jadi marah dan tidak percaya pada Gifta. Langsung Papa pegang dua tangan Gifta seperti mencengkeram. “Gifta…. !! benar kamu udah belajar tadi di ajari Mama…!?, jawab !… Gifta jangan bohong yaa.. Papa tidak suka Gifta berbohong, awas nanti Papa tanyakan ke Mama. Kalo Gifta bohong papa ikat lagi kaya kemaren…”. Seberonndong pertanyaan dan ancaman Papa sampaikan, membuat Gifta terdiam. Beberapa kali Papa ulangi pertanyaan dan ancaman yang sama”.

Gifta sekali menjawab dengan anggukan. “Benar nggak, jawab !! Papa nggak mau Gifta hanya mengangguk !” Papa menekan pertanyaan hendak mendapat jawaban yang tegas dari ucapan Gifta.

Gifta terdiam dan bola matanya menerawang ke sana-kemari. Papa pikir Gifta sedang bingung karena telah berbohong. Pertanyaan Papa ulangi 2-3 kali, sekali Gifta jawab dengan gelengan. Gelengan Gifta membuat Papa marah dan mulai menyentil jari Gifta dengan telunjut Papa. “Jawab Gifta, Benar apa Tidak Gifta belajar tadi dan diajari Mama ?!”, beberapa kali Papa ganti kalimat pertanyaan dengan harapan Gifta mengerti pertanyaannya. Tapi tetap Gifta terdiam seperti kebingungan.

Assalaamu’alaikum…., Mama datang. Langsung Papa Tanya pada Mama, “Mama…. Benar nggak tadi Gifta belajar membaca waktu Papa kerja dan di ajari sama Mama ?”

“Ia… tapi cuma sebentar….”.

“ O o ooooooo…”, dalam hati Papa.

Papa kaget dengan jawaban Mama, tapi juga senang mendengar jawaban tersebut.
Papa langsung memeluk Gifta. “Gifta… Papa tadi Tanya, karena Papa ingin Gifta jawab dengan tegas. Benar atau Tidak Gifta Belajar dengan Mama dan tidak berbohong, sekarang Papa dapat jawabannya dari Mama. Gifta ternyata tidak berbohong, maafin Papa yaaa Gifta, Papa tadi tidak percaya pada Gifta dan telah menyakiti Gifta”.

“Aa……..a..aauuuuuua….aaauuuuuu” langsung pecah tangis Gifta. Tangis yang ingin menunjukkan kepada Papa bahwa Papa salah menilai Gifta, tangis hendak memarahi Papa tapi tidak karena Papa telah meminta maaf. Tangis yang membuat Papa semakin sayang sama Gifta Anakku.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: