Posted by: Papa Gifta | June 17, 2009

GARA-GARA FACEBOOK.COM

Gifta, sudah berbulan-bulan papa tidak menengok blog ini. Facebook telah melupakan Papa mengupdate posting di blog seolah-olah blog ini ditelantarkan. Maafkan Papa yaaaa.

Jika Gifta ingin melihat profil Papa di facebook klik aja link ini http://www.facebook.com/yudi.sardiman

Posted by: Papa Gifta | February 18, 2009

Sosok Ayah – Ingatkan GIFTA

GIFTA, hari ini Papa dapat kiriman email dari teman tentang gambaran seorang Ayah (Papa). Terus terang mendapat gambaran seperti ini Papa sangat tersanjung dengan ilustrasi ceritanya.

Selanjutnya, gambaran ideal dalam cerita ini membuat Papa takut tidak dapat memenuhi idealnya sosok Ayah. Gifta email ini menjadi pengingat buat Papa agar selalu menjadi Ayah / Papa yang sempurna seperti sosok ini. Do’akan dan ingatkan Papa jika Papa lupa.

Berikut ceritanya, Hati Seorang ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, “Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman: “Aku tidak mengerti.” Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah
kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya: “Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi.”

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. “

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya.”

“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”

“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. “

“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya.Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan,
sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya.”

“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga,sebagai Tiang penyangga,agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki,walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa,ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah…

Posted by: Papa Gifta | January 22, 2009

FREE MONEY MAKING BLOG

Free Money Maker adalah blog Papa untuk memburu dollar lewat internet. Papa memilih www.blogger.com untuk membuat blog karena fiturnya yang sangat mendukung untuk keperluan javascript. Sebenarnya www.wordpress.org juga bisa tapi harus menggunakan domain dan perlu hosting jadi memerlukan waktu dan belajar lagi.

Dalam Free Money Maker Papa menghimpun tulisan yang berhubungan dengan how to money making with blog. Setelah beberapa tulisan Papa posting kemudian Papa mendaftar di google adsense, lalu me-register ke beberapa web yang membayar membernya. Beberapa web yang Papa register menjadi affiliasi dan bisa juga diikuti untuk mendapatkan dollar adalah :

1. Cash Fiesta, web yang membayar membernya antara lain dengan bermain games. Kalau ingin Join di sini

2. Bidvertiser, web yang menyediakan iklan untuk di klik dan member akan di bayar pay per click (PPC). Silahkan Join di sini

3. Clixsense, web yang membayar membernya dengan me-click iklan yang disediakan. Silakan register di sini

4. E-mail Pays U, Pro Paid Email, web-web ini membayar membernya dengan hanya membaca email yang di kirim. Silakan klik dan join.

Masih ada beberapa web yang Papa registrasi lihat sebaiknya lihat langsung ke blog Free Money Maker Register dengan web-web di atas semuanya Free.

Posted by: Papa Gifta | January 14, 2009

AWAL BAIK 2009

Sekali lagi, walau telah lewat Papa Gifta mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2009, Happy New Year 2009.

Tahun 2009 ini Papa awali dengan menyusun berbagai rencana yang akan dilakukan. Mulai dari rencana kerja salah satu divisi perusahaan yang Papa pimpin sampai rencana individu dan keluarga. Proposal Budgeting divisi yang Papa pimpin telah selesai begitu juga dengan rencana bisnis kecil-kecilan yang akan dilaksanakan mulai tahun ini. Semua rencana berjalan dengan sangat baik.

Urusan pekerjaan Papa nggak usah di bahaslah, semua sudah berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan. Yang menarik dan menyenangkan hati di awal tahun ini adalah keberanian Papa membuka bisnis franchise Es Teh Poci, mungkin nanti Gifta bias lihat bagaimana hasil usaha ini. Sekarang bisnis ini sangat berkembang, di hampir semua pasar tradisional dan mini market Alfa dan Indomaret counter Es Teh Poci menjamur, begitu juga dengan di foodcourt ITC di beberapa lokasi. Bisnisnya sangat menggiurkan. Info bisnis franchise ini ada di www.gunungslamat.com. Papa mencoba keberanian menjalankan bisnis ini, habis modalnya tidak terlalu besar sekitar Rp. 5 juta dan kalau dihitung di atas kertas marginnya sangat bagus.

Papa awali berjualan asongan Es Teh Poci di Taman Impian Jaya Ancol. Malam tahun baru 2009 sambil menunggu kembang api pergantian tahun di Ancol. Papa bersama Mama, Tante Ulfa dan Mbak Fiti menguji nyali mengasong Es Teh Poci pada pengunjung Ancol mulai sore hari, kalian juga ikut semua masuk Ancol bersama Ami dan Ayah. Kita masuk gerbang Ancol sekitar pukul 13.30 (Ayah dan Ami, masuk lebih dahulu) Papa menyusul sekitar pukul 14.00 karena harus menyelesaikan sedikit pekerjaan di kantor.

Uji nyalinya dimulai. Semua bahan dan perlengkapan penjualan sudah disiapkan sehari sebelumnya. Cup, centong, nampan, kompor, sedotan dll telah siap dipergunakan. Keliling mengasong Es Teh di awali dengan menawarkan pada pengunjung yang duduk santai di pinggir pantai Ancol, sampai pengunjung yang berada di dalam tenda dan mobil. Satu, dua, tiga cup Es Teh Poci mulai dibeli dan seterusnya.

Tidak terasa sekitar pukul 23an wib semua seduhan teh dan es batu habis terjual. Hasilnya 256 Cup ludes. Capek tidak terasa, hilang karena senang dagangan habis. Waktu menunjukkan pukul 23.55 wib acara Uji Nyali dihentikan setelah semua perlengkapan dibereskan. Tinggal menunggu tembakan kembang api yang dilakukan pengelola Taman Impian Jaya Ancol dan sebagian dari pemilik rumah mewah di luar pagar ancol. Pukul 24.00 wib, ledakan beruntun dan bergantian tanda tahun 2008 berganti kita tonton dan nikmati. Rafa, Rasya dan Raegan semua terbelalak pada dini hari itu melihat pergantian tahun 2008 ke 2009 dengan senang tanpa mengetahui capeknya Papa, Tante Mpe dan Mbak Fiti mencoba memburu rupiah dengan mengasong Es Teh Poci.

Selamat Tahun Baru, GIFTA Anakku…….tar tar tar dor dor dor (bunyi tembakan kembang api)

Posted by: Papa Gifta | January 14, 2009

BANJIR DI JAKARTA

Sudah dua hari berturut hujan mengguyur kota Jakarta. Hari senin, 13 Januari 2009 hujan turun dari pagi sampai sore, begitu juga dengan Selasa ini, hujan bahkan deras dari tadi malam.

Akibatnya otomatis banjir. Berbagai media memberitakan banjir di kota Jakarta terjadi dimana-mana. Berikut ini beberapa foto yang diambil dari Jl Raya Sunter Agung Podomoro – tepat di lampu lalu lintas depan ISUZU Head Office. Jalan telah digenangi air hamper setinggi ban mobil karena kali yang membelah jalan berlawanan ini meluap. Praktis lampu lalu lintas tidak berfungi dan kacau-balaulah lalu-lintas kendaraan pagi ini.

Photobucket

Posted by: Papa Gifta | January 2, 2009

Happy New Year, Selamat Tahun Baru 2009

Selamat taon baru anak-anakku…..
Semoga taun 2008 kalian bahagia
Bahagia bersama Papa dan Mama
Bersama tlah kita lewati 2008 dengan adanya kita

Moga 2009, bahagia akan kita songsong
Beratnya tantangan kita lewati dengan syukur

Yesterday is a memory,
Today is a gifta and
Tomorrow is a hope

Let’s begin a new year with new heart, love and peace

Happy new year 2009

Wishing we all the best

Posted by: Papa Gifta | December 27, 2008

papagifta

Posted by: Papa Gifta | December 22, 2008

GIFTA

GIFTA nama tengah anakku. Gifta diambil dari kata Gift yang berarti hadiah, kado, pemberian. GIFTA adalah hadiah, kado dan pemberian Tuhan kepada Papa dan Mama. Hadiah, kado dan pemberian yang lama dinantikan kehadirannya. GIFTA juga do’a buat Papa dan Mama serta GIFTA sendiri, GIFTA adalah pengharapan yang dapat membawa Hadiah, kado dan pemberian buat kita semua.
GIFTA adalah nama tengah Anakku.

1. Rafa Giftarizky
Lahir pada 10 Juli 2004 di Jakarta, di RS Persahabatan Jakarta Timur.
Rafa semoga mebawa Rizky yang berlimpah

2.Rasya Giftadilova
Lahir pada 22 Mei 2006 di Jakarta, di RS Saint Carollus Jakarta Pusat, tapi buatnya di Karawang,
Rasya adalah Kado dari cinta Papa dan Mama semoga dapat menebarkan cinta kepada semua

3.Raegan Giftamirakel
Lahir pada 09 Mei 2007 di Jakarta, di RS Saint Carollus Jakarta Pusat, tapi buatnya di Pamanukan
Raegan adalah pembawa keajaiban, membawa perubahan yang tidak disangka-sangka karena turut serta Tuhan yang maha ajaib. (Karena proses jadinya juga sungguh ajaib, ada pertanyaan tentang ini tar di email pribadi, tidak untuk dipublikasi)

Posted by: Papa Gifta | December 6, 2008

Bermain di TMII

Hari ini, 20 April 2008 tepat Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gifta diajak Papa dan Mama bermain di TMII. Berikut beberapa foto fotonya.
Read More…

Posted by: Papa Gifta | November 28, 2008

Gifta, Yuk Belajar Baca

Pukul 20.00 Papa selesai mandi dan berpakaian, Mama lagi ke rumah tante Yeni.
“Gifta… belajar lagi yuk, kita lanjutkan pelajaran yang kemarin” Papa mengajak Gifta yang sedang bermain mobilan di atas tempat tidur.

Sekarang Gifta berumur 4,5 tahun, sekolah TK Kecil, TK Aisyiah Muhammadiyah Matraman Jakarta Timur.

Kami, Papa dan Mama memang sedang berkonsentrasi untuk mengajari Gifta membaca dan menulis. Tuntutannya dilatarbelakangi keinginan Papa dan Mama agar GIfta cepat dapat membaca dan tidak ketinggalan dibanding teman-teman lain di Sekolah, walaupun motif seperti ini menurut Ayah Edi dalam blognya www.ayahkita.blogspot.com tidak tepat. Mengajari anak membaca sebaiknya atas dasar anak menyukai dan gemar untuk membaca dan mengetahui apa manfaat dari membaca, begitu pendapat Ayah Edi. Bahkan Ayah Edi menyuguhkan tulisan tentang hasil penelitian yang menyatakan bahwa anak yang diajari membaca umur 7 – 8 tahun di masa depan menunjukan perkembangan yang lebih baik dibanding anak yang diajari membaca sejak dini. Ini bertentangan dengan latar belakang metode Glen Domman yang menyarankan Papa dan Mama mengajari anak membaca sejak dini. Diskusi tentang dua pendapat ini akan Papa ungkap pada tulisan berikutnya.

“Gifta… yuk kita mulai belajar…” Papa mengulangi ajakan.
Gifta kemudian lari keluar kamar, Papa mengikuti dan hendak mengambil buku panduan belajar membaca milik Gifta. Papa mengatur meja untuk memulai dan buku sudah ada di tangan Papa.
“Aa…….” Gifta lari lagi ke kamar. Papa ulangi ajakan sekali lagi dengan nada menekan, “Ayo Gifta…!!”.
“Tadi udah Papa, Gifta belajar diajari Mama….waktu Papa kerja”

Mendengar alas an ini Papa jadi marah dan tidak percaya pada Gifta. Langsung Papa pegang dua tangan Gifta seperti mencengkeram. “Gifta…. !! benar kamu udah belajar tadi di ajari Mama…!?, jawab !… Gifta jangan bohong yaa.. Papa tidak suka Gifta berbohong, awas nanti Papa tanyakan ke Mama. Kalo Gifta bohong papa ikat lagi kaya kemaren…”. Seberonndong pertanyaan dan ancaman Papa sampaikan, membuat Gifta terdiam. Beberapa kali Papa ulangi pertanyaan dan ancaman yang sama”.

Gifta sekali menjawab dengan anggukan. “Benar nggak, jawab !! Papa nggak mau Gifta hanya mengangguk !” Papa menekan pertanyaan hendak mendapat jawaban yang tegas dari ucapan Gifta.

Gifta terdiam dan bola matanya menerawang ke sana-kemari. Papa pikir Gifta sedang bingung karena telah berbohong. Pertanyaan Papa ulangi 2-3 kali, sekali Gifta jawab dengan gelengan. Gelengan Gifta membuat Papa marah dan mulai menyentil jari Gifta dengan telunjut Papa. “Jawab Gifta, Benar apa Tidak Gifta belajar tadi dan diajari Mama ?!”, beberapa kali Papa ganti kalimat pertanyaan dengan harapan Gifta mengerti pertanyaannya. Tapi tetap Gifta terdiam seperti kebingungan.

Assalaamu’alaikum…., Mama datang. Langsung Papa Tanya pada Mama, “Mama…. Benar nggak tadi Gifta belajar membaca waktu Papa kerja dan di ajari sama Mama ?”

“Ia… tapi cuma sebentar….”.

“ O o ooooooo…”, dalam hati Papa.

Papa kaget dengan jawaban Mama, tapi juga senang mendengar jawaban tersebut.
Papa langsung memeluk Gifta. “Gifta… Papa tadi Tanya, karena Papa ingin Gifta jawab dengan tegas. Benar atau Tidak Gifta Belajar dengan Mama dan tidak berbohong, sekarang Papa dapat jawabannya dari Mama. Gifta ternyata tidak berbohong, maafin Papa yaaa Gifta, Papa tadi tidak percaya pada Gifta dan telah menyakiti Gifta”.

“Aa……..a..aauuuuuua….aaauuuuuu” langsung pecah tangis Gifta. Tangis yang ingin menunjukkan kepada Papa bahwa Papa salah menilai Gifta, tangis hendak memarahi Papa tapi tidak karena Papa telah meminta maaf. Tangis yang membuat Papa semakin sayang sama Gifta Anakku.

Older Posts »

Categories